Kalau Saja Aku Tahu ……

Sabtu, 05 Mei 2012




Suatu pagi seorang ahli bangunan dipanggil oleh sang raja.
“Aneh”, pikirnya, “tidak biasanya aku dipanggil oleh raja. Ada apa, ya? Aku ‘kan baru saja menyelesaikan rumah pesanan raja untuk salah satu penasehatnya. Apa aku melakukan kesalahan…?”
Setelah dipikir-pikir, tukang bangunan itu merasa tidak punya salah apa-apa. “Yah, apa boleh buat. Apapun yang disampaikan raja, aku harus menguatkan hatiku.”
Lalu ahli bangunan itu pun pergi menghadap raja. Sesampainya di depan tahta kerajaan, raja pun mengeluarkan titahnya:
“Wahai ahli bangunan, buatlah satu rumah lagi!”
“Berapa lama tuanku?”                                                                                  
“Kerjakan saja sesukamu.”
“Berapa biaya untuk membuatnya?”
“Aku memiliki satu karung emas. Gunakan sesukamu.”
“Seperti apa bentuk rumahnya?”
“Atur saja sesukamu.”
“Dimana aku harus membangunnya?”
“Tentukan saja sesukamu.”

“Wah, jarang-jarang raja member tugas semudah ini. Aku boleh membuatnya sesukaku. Karena aku baru saja menyelesaikan satu rumah, aku kerjakan rumah ini kalau ingin saja. Toh, membuatnya terserah aku.”
Setelah menerima titah raja yang menurutnya sangat ringan tersebut, sang ahli bangunan pun mengerjakan rumah itu sekenanya. Kalau sedang malas, dia tidak mengerjakannya. Bahkan ketika dia punya niat untuk mengerjakannya, bahan bangunan yang dia beli pun bukan kualitas terbaik. Bentuknya pun terkesan asal dan tidak mempertimbangkan unsur keindahan. Beanr-benar rumah yang sekedar untuk tempat berteduh. Bukan rumah yang nyaman ditinggali dan membuat betah penghuninya.
Setelah enam bulan sejak keluarnya titah raja untuk membuat rumah, utusan raja dating untuk memberitahu ahli bangunan bahwa tiga hari lagi sang raja ingin tahu tentang hasil kerjanya. Mendengar hal ini, ahli bangunan kagetnya bukan main. Karena merasa tidak enak pada raja, diapun menyelesaikan rumah itu. Takut kehilangan muka kalau belum selesai. Malu, gitu!
Akhirnya hari itu pun datang. Rumah diselesaikan dengan hasil yang benar-benar tidak karuan. Tapi, bagi sang ahli bangunan, yang penting dia sudah mengerjakan titah raja: membuat satu rumah.
Karena belum melihat rumah itu, sang raja pun memanggil si ahli bangunan untuk tahu perkembangan kerjanya.
“Ada apa tuanku?”
“Kamu sudah selesai mengerjakan rumah itu?”
“Sudah tuanku.”
“Bagus. Rumah itu kuhadiahkan untukmu.”
Mendengar hal ini, hancur sudah hati si ahli bangunan. Hanya satu hal yang bisa dia gumamkan dengan penuh penyesalan, “Kalau saja aku tahu ......”  

Bookmize.bbsc.fatan&denniz

just a word

Kamis, 03 Mei 2012

Entah apa yang ingin ku share. Banyak sekali mimpi yang ingin ku gapai, namun kadang hal tersulit bagiku adalah proses, proses itu yang sering membuatku banyak lalai dan lupa dengan tujuan utamaku. Get the Dream !!!
:) :) :)

Motivation Story

Jumat, 23 Maret 2012


Orang Tua Terbaik Di Dunia




Awalnya aku iri padamu kawan. Aku iri pada semua anak di dunia yang memiki orang tua yang menyangi anaknya dan selalu ada waktu untuk keluarganya. Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman.
Tetapi tidak dengan orangtuaku. Ya, orangtuaku. Mereka adalah manusia super sibuk. Ibuku setiap pagi harus pergi mengajar anak anak lain sepertiku, dan pulang di siang hari. Dan malamnya ia pakai untuk mengerjakan tugas tugasnya sebagai guru, memeriksa tugas dan ulangan mereka. Dan sisa waktu luangnya ia gunakan untuk meregangkan otot ototnya.
Tidakkah ia ingat denganku yang masih remaja dan membutuhkan perhatian lebih? Aku ini remaja labil kawan, sedikit di sentuh langsung terjatuh. Aku butuh ibu yang bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Dan yang lebih menyakitkan bagiku adalah ketika aku melihat ibuku sedang mengajar anak anak sepertiku, ia terlihat begitu perhatian kepada anak anak itu. Tetapi tidak denganku. Ya , tidak denganku.
Terlebih lagi ayahku, ia lebih sibuk dari ibuku. Ia terkadang pergi di pagi buta dan pulang malam hari. Atau terkadang pulang sore hari atau siang hari, atau … ah sudahlah tak akan kutuliskan jadwal keseharian ayahku karena aku pun tidak mengerti dengan jadwal ayahku yang tidak tentu itu. Mengingat pekerjaanya sebagai salah satu orang yang berwenang di perusahaannya dan tidak memiliki waktu yang mengikat, dan mengingat perannya yang cukup penting di masyarakat membuatnya harus selalu menyediakan waktu untuk masyarakatnya. Lalu sisa waktu luangnya di rumah ia gunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Maka di rumah ia hanya duduk di depan laptop hitamnya atau tidur untuk meregangkan otot ototnya. Ketika aku mencoba mengobrol dengannya, iya hanya menjawab “hmm” lalu beberapa saat diam, lalu berkata “tadi bilang apa?’ lalu sibuk mengetik dan manatap layar kaca laptopnya.
Kawan, sakali lagi kukatakan padamu, aku ini remaja labil. Aku butuh seorang lelaki yang bisa membuat aku tertawa dan melupakan tumpukkan tugas dan pr dari sekolahku untuk beberapa saat.
Ya, aku iri padamu kawan. Sampai suatu saat ketika sebentar lagi umurku akan merubah statusku. Dari remaja menjadi dewasa. Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesis. Kira kira berapa umurku saat itu? Yap. 16 tahun kawan.
Saat itu, saat aku berusia 16 tahun. aku bicara dengan ayah dan ibuku. Kali ini kami saling menatap wajah, aku mengobrol banyak hal pada mereka. Aku tanyakan semua pertanyaan yang selalu kupendam selama ini. Rasanya nyaman kawan. Nyaman sekali rasanya bisa mengobrol dengan ayah dan ibu, tetapi, walaupun aku senang, saat itu aku melihat wajah ayah dan ibuku dengan seksama. Kau tau kawan? Mata mereka kini tidak lagi cerah seperti dulu, matanya menyiratkan kelelahan, kulit mereka tidak lagi segar, kini mulai tumbuh keriput keriput kecil di sisi mata kanan dan kirinya.
Ya Allah, saat itu aku berpikir… apakah wajah kelelahan itu untukku? Ya kawan, semuanya untukku. Setiap hari mereka berjuang untukku, berjuang agar aku bisa sekolah dan menabung untuk uang kuliahku. Dan karena aku tidak menyadari semua itu, aku biarkan ayahku mengambil rapor sekolahku dengan nilaiku yang tidak memuaskan. Tapi apa katanya kawan? “tak apa apa nak, masih ada semester depan, belajarlah yang rajin ya” ya, itulah yang ia katakan. Ia selalu memotivasiku.
Maka pantaskah aku berharap untuk dibuat tertawa oleh mereka? Pantaskah aku jejali hari hari melelahkan mereka dengan cerita ceritaku yang membosankan? Seharusnya aku yang membuat mereka bahagia dan membuat mereka tertawa. Ya, aku seharusnya berpikir lebih dewasa. Ayah, ibu, maafkan aku.
Dan detik itu juga kawan, aku tidak berpikir bahwa aku iri padamu, tapi aku bangga karena aku punya orangtua terbaik di dunia.


#Submitted:Nida Tsaura S

4 PAKET KOMPENSASI Kenaikan Harga BBM

Jumat, 16 Maret 2012


Yapz, pemerintah akan lagi menaikkan BBM. Pengaruh meroketnya harga minyak dunia akibat krisis politik Timur Tengah, secara langsung berpengaruh terhadap harga minyak di Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Oleh pemerintah, dalam APBN ditetapkan bahwa harga ICP kita US$ 80 per barel.    
Tingkat konsumsi BBM Indonesia yang terus meningkat ternyata tidak diimbangi dengan kenaikan kapasitas produksi minyak. Akibatnya, pemerintah harus memenuhi selisih kekurangan pasokan dalam negeri tersebut melalui impor. Harga minyak yang tinggi menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk mengimpor, sementara di sisi lain, penerimaan migas tidak mampu menutupi biaya impor karena volume ekspor migas yang terus berkurang.
Konsekuensi yang terjadi yaitu, pemerintah harus mengalokasikan dana dengan jumlah yang semakin besar untuk subsidi BBM. Penjualan BBM domestik yang ditetapkan dengan harga rendah dan di bawah harga pasar yang sebenarnya menyebabkan kenaikan harga minyak yang terjadi semakin membebani APBN akibat tingginya subsidi BBM yang harus dikeluarkan pemerintah.


          Maka pemerintah akan menyiapkan empat paket kompensasi sebagai imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Ke-empat paket tersebut antara lain :
Pertama, penambahan frekuensi jatah beras untuk rakyat miskin menjadi 14 kali dalam setahun, dari sebelumnya 12 kali dalam setahun. Harga raskin tetap dipatok Rp1.600 per liter.

Kedua , pemberian beasiswa untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin selama 6 bulan. 

Ketiga, alokasi dana Rp5 triliun untuk kompensasi di sektor transportasi. Kompensasi untuk sektor transportasi ini disediakan untuk meredam kenaikan tarif angkutan umum yang tinggi setelah terjadi kenaikan harga BBM. Mekanisme penyaluran dana kompensasi itu akan diserahkan kepada kementerian terkait.

Keempat, yaitu penyaluran dana bantuan langsung tunai yang sekarang namanya diubah menjadi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

Penerima dana itu akan menerima dana tunai Rp150.000 per bulan selama 9 bulan atau hingga Desember 2012. Penyaluran akan dilakukan selama tiga kali, atau per 3 bulan. Artinya sekali penyaluran masyarakat akan mengantongi uang Rp450.000.  

Ada 18,5 juta warga miskin yang sudah didata pemerintah berdasarkan data dari BPS. Jumlah itu merupakan 30% warga termiskin dari total warga miskin di Indonesia.

Keempat paket kompensasi itu dijelaskan dalam buku sosialisasi BBM yang dirancang Wapres Boediono dan diterbitkan Sekretariat Wakil Presiden. Buku berisi 26 halaman itu berisi mengenai alasan pemerintah harus menaikkan harga premium dan solar. Buku panduan sosialiasi itu diberi judul “Subsidi BBM buat (si) Apa?, Menjelaskan Kenaikan Harga Premium dan Solar”.


Source: www.bisnis.com